Lobster

lobster-adalah

Lobster

Lobster adalah salah satu  hewan yang  berbentuk unik seolah gabungan udang dan kepiting karena mirip udang berukuran besar dengan capit mirip kepiting yang besarnya hampir menyamai badannya. Padahal banyak juga lobster yang bercapit relatif kecil atau bahkan tidak bercapit sama sekali. Dalam silsilah, lobster termasuk ke dalam filum Arthropoda, subfilum Crustacea, kelas Malacotraca, ordo Decapoda, famili Nephropidae. Dari keluarga Nephropidae tersebut masih dapat dibagi lagi ke dalam subfamili dan genera Neophoberinae, Thymopinae dan Nephropinae.

Lobster hidup di lingkungan berbatu, berpasir atau berlumpur di sepanjang garis pantai hingga ujung continental shelf. Binatang yang satu ini gemar menyantap makhluk hidup baik, ikan, moluska, crustacean lainnya, ulat atau tanaman hidup.

Sebagai binatang invertebrata dengan pelindung luar yang keras. Seperti kebanyakan arthropoda, lobster harus melewati beberapa fase pergantian kulit untuk tumbuh. Pada saat itulah mereka amat rentan. Selama proses molting, beberapa spesies berubah warna. Lobster memiliki 10 kaki, tiga pasang depan dimana yang pertama lebih besar dari yang lain.

Pada kepala lobster terdapat antena, mandibula sebagai pencabik makanan, maxilla sebagai indera perasa makanan. Karena lobster hidup dalam lingkungan keruh di dasar laut, mereka kebanyakan menggunakan antena mereka sebagai sensor. Mata lobster memiliki struktur reflektif di atas retina cembung.

Lobster, seperti siput dan laba-laba, memiliki darah biru karena adanya haemocyanin yang mengandung tembaga. Lobster memiliki suatu hepatopankreas hijau, yang disebut tomalley oleh para koki, yang berfungsi sebagai hati hewan dan pankreas.

Lobster atau istilah ilmiahnya adalah Spiny lobster (Panulirus sp), sangat mudah dikenali karena memiliki bentuk sangat besar jika dibandingkan dengan udang biasa.

Bentuk tubuh lobster besar ditambah kerangka kulit agak kaku, keras dan mengandung zat kapur. Sedangkan udang memiliki kulit tipis, bening, tembus cahaya dan kaya akan zat khitin.

Secara keseluruhan, tubuh lobster terdiri dari duri – duri besar/kecil sangat kokoh dan agak tajam, mulai dari ujung sungut kedua (second antena), kepala, bagian belakang badan dan lembaran ekornya.

Penampilan tubuh kelihatan seram dan buas terutama di organ kepalanya. Kepala lobster merupakan gabungan kepala dan bagian dada (cheplatorax), tertutup oleh kerangka keras dari zat kapur, besar mengembung dan berduri tajam.

Di ujung kepalanya memiliki dua pasang sungut. Satu pasang sungut pertama berduri tajam dan berbentuk cambuk panjang melampaui badan. Sepasang sungut yang lain adalah lebih kecil dan bercabang, bentuk menyerupai cambuk juga. Memiliki lima pasang kaki, sepasang kaki pertama tidak terlalu besar seperti capit namun sangat kuat.

Bagian perut lobster (bagian abdomen) kuat dan beruas. Pada ujung mempunyai ekor terdiri dari lima lembar kipas tipis dan bisa dengan mudah ditekuk. Pada bagian ekor (europoda) dan di ujungnya disebut telson.

Warna lobster pada umumnya hijau tua dengan garis – garis putih melintang terutama pada abdomennya. Sedangkan tangkai sungut besar (sungut pertama) berwarna merah muda.

Lobster usia dewasa memiliki ukuran sekitar 20 cm dan sering berganti kulit (moulting). Habitat subur lobster adalah di perairan dangkal hingga dasar laut berkedalaman 400 meter. Tetapi pada umumnya lobster bisa hidup baik di daerah terumbu karang atau perairan dangkal sampai pada kedalaman 100 m.

Lobster juga senang berada pada lubang – lubang karang atau menempel di dinding – dinding karang. Lobster muda mudah ditemui pada perairan karang dangkal di kedalaman 0,5 – 3,0 m, atau perairan dengan dasar pasir berkarang dan banyak ditumbuhi lamun atau rumput laut.

Menginjak usia dewasa, lobster secara berkelompok pindah ke perairan lebih dalam, mencapai 7 – 40 m, ini biasanya dilakukan pada waktu sore hari.

Lobster bercapit jangan dibingungkan dengan lobster spiny, yang tidak memiliki capit (chelae) dan tidak berhubungan dekat. Hubungan terdekat dari lobster bercapit adalah lobster reef Enoplometopus dan tiga keluarga dari crayfish air tawar.

Jenis lobster

Spesies lobster diantaranya:

Atlantic deep-sea lobster (Acanthacaris caeca)

Prickly deep-sea lobster (Acanthacaris tenuimana)

Red lobster (Eunephrops bairdii)

Sculptured lobster (Eunephrops cadenasi)

Banded lobster (Eunephrops manningi)

Cape lobster (Homarinus capensis)

American lobster (Homarus americanus)

European lobster (Homarus gammarus)

Andaman lobster (Metanephrops andamanicus)

Arafura lobster (Metanephrops arafurensis)

Armored lobster (Metanephrops armatus)

Northwest lobster (Metanephrops australensis)

Caribbean lobsterette (Metanephrops binghami)

New Zealand lobster (Metanephrops challengeri)

Formosa lobster (Metanephrops formosanus)

Japanese lobster (Metanephrops japonicus)

African lobster (Metanephrops mozambicus)

Neptune lobster (Metanephrops neptunus)

Urugavian lobster (Metanephrops rubellus)

Sculpted lobster (Metanephrops sagamiensis)

Siboga lobster (Metanephrops sibogae)

China lobster (Metanephrops sinensis)

Red-banded lobster (Metanephrops thomsoni)

Velvet lobster (Metanephrops velutinus)

Bight lobster (Metanephrops boschmai)

Mitten lobsterette (Nephropides caribaeus)

Norway lobster (Nephrops norvegicus)

Spinetail lobsterette (Nephropsis acanthura)

Florida lobsterette (Nephropsis aculeata)

Prickly lobsterette (Nephropsis agassizii)

Scarlet lobsterette (Nephropsis atlantica)

Ridge-back lobsterette (Nephropsis carpenteri)

Gladiator lobsterette (Nephropsis ensirostris)

Saya de Malha lobsterette (Nephropsis malhaensis)

Ruby lobsterette (Nephropsis neglecta)

Pacific lobsterette (Nephropsis occidentalis)

Rosy (or two-toned) lobsterette (Nephropsis rosea)

Indian Ocean lobsterette (Nephropsis stewarti)

Red and white lobsterette (Nephropsis suhmi)

Grooved lobsterette (Nephropsis sulcata)

Bellator lobster (Thymopides grobovi)

Patagonian lobsterette (Thymops birsteini)

Nilenta lobsterette (Thymopsis nilenta)

Lobster kebanyakan datang dari pesisir timur laut Amerika Utara dengan Canadian Maritimes dan negara bagian Amerika Serikat Maine sebagai produsen terbesar. Mereka ditangkap dengan menggunakan jebakan lobster. Alat tersebut diberi umpan dan diturunkan ke dasar laut. Alat ini membiarkan lobster masuk, namun tidak mungkin bagi lobster besar untuk keluar. Alat ini membuat lobster kecil dapat keluar sehingga bisa mecegah penangkapan lobster yang berlebihan.

Lobster baru populer di pertengahan abad ke 19, diperkenalkan oleh penduduk New York dan Boston. Ketika itu, kapal khusus juga dibangun untuk menjaga agar lobster yang ditangkap tetap hidup selama transportasi. Ketika itu lobster merupakan makanan orang miskin di Maine, Massachusetts, dan penduduk pinggir pantai Kanada. Lobster ketika itu juga disajikan kepada narapidana untuk mengganggu selera makan mereka. Pemanfaatan lainnya dari lobster ketika itu adalah sebagai bahan pupuk dan umpan ikan, dan baru dikalengkan pada awal abad ke 20. Lobster umumnya dimasak dengan dikukus atau direbus. Kadar merkuri dari lobster Amerika sekitar 0.31 ppm.

Lobster : Apa Manfaat dan Gizi dari Lobster Air Tawar Konsumsi